"Persiapan kamu buat masuk ke Universitas gimana Adisa?" tanya seorang mantan ketua Osis yang saat ini duduk di sebelahnya. "Udah lebih baik, dan pengen cepet-cepet tes buat masuk kesana. Pengen cepet-cepet nyusul Haga, sekolah ini sepi nggak ada Haga yang nungguin gue di depan kelas pas istirahat maupun pulang sekolah." gumam Adisa tak semangat lalu memonyongkan bibirnya. "Kan ada gue Adisa," balas Fattah yang berhasil membuat Adisa menatap kearahnya. "Beda Tah, getarannya beda. Lo sama Haga itu punya getaran masing-masing di hidup gue," "Apa?" "Apanya?" "Perbedaannya." Adisa menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya ia membuka suara untuk menjawab pertanyaannya Fattah. "Kalo Haga, dia yang selalu jagain gue. Gue dari TK ke SD ke SMP dan lanjut ke SMA, kalo Haga udah lulus, gu

