Makin Labil

1901 Kata

"Wajarlah, Sy, suamimu cemburu." Mbak Farah bilang wajar katanya. "Gak wajar ini, Mbak. Dulu Om Bas gak gini-gini amat." Aku beneran gak dibolehin ke outlet sementara waktu. Selama Evan masih sering main-main ke sana. "Dulu mungkin dia belum sadar kalau istrinya cantik dan sangat berharga. Apalagi sekarang sedang berbadan dua, pasti gak rela dicolek orang sedikit aja." Ah, masa iya segitu posesifnya? Beneran, sebelum ini cuek banget. Kalaupun cemburu gak bakalan sebar-bar ini. Om Bas dewasa, gak gampang terpancing emosi. Mau marah-marah juga dipikir dulu. Kenapa sekarang jadi dia yang kekanak-kanakan. "Maksudnya, Om Bas cinta banget sama aku gitu, Mbak?" "Bisa jadi." Apa iya begitu? Dulu terkesan biasa aja karena Om Bas belum cinta beneran sama aku. Tapi masa iya cinta bisa men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN