Hanya Ada Dirinya

1082 Kata

— Hatimu tidak pernah memiliku di dalamnya, lantas kenapa harus aku? Kenapa aku yang kau beri sumpah setia itu— —Iselin Lakshita— * Begitu hikmat suasana dalam restoran ketika semua mata hanya tertuju pada sosok manis yang sedang mengalunkan suaranya dengan begitu merdu. Iselin sedang menyanyikan sebuah lagu lama yang begitu disukai oleh orang-orang tua di lingkungannya. Sudah seperti tradisi, sejak dirinya memenangkan lomba menyanyi saat masih SD dulu, mereka selalu meminta Iselin untuk menyanyi saat perkumpulan terutama saat malam tahun baru. Meski yang lain begitu menikmati suara Iselin, hanya ada sepasang mata yang tak pernah mengalihkan pandangannya sama sekali hanya mengikuti gerak Iselin. Pemiliknya tak hanya menikmati tapi sangat larut dengan penampilan perempuan itu. Seolah-o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN