“Kuras Hartaku, Sayang. Kuras semuanya!” –Mahaksha Hastungkara ** “Tidak perlu meladeninya, Kak.” Iselin berujar, disambut mata membola oleh Rhaevan terheran oleh tindakan Iselin. Perempuan itu memang tampak acuh tak acuh oleh semua permintaan Rhaevan, mengabaikannya dan mengajak Mahaksha pergi dari tempat tersebut. Mahaksha pun menurutinya, mereka berbalik untuk melangkah pergi. Namun siapa yang menyangka jika Rhaevan tiba-tiba melangkah cepat lalu menghadang langkah mereka. Mahaksha dan Iselin termenung dibuatnya. Dan tiba-tiba saja, si dokter menekuk lututnya, berlutut di hadapan Iselin. Mata para pengunjung seketika menyorot ke arah mereka bagai lampu sorot, menerka-nerka apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara tiga orang di tengah-tengah pusat perbelanjaan ini. Iselin pun

