Kinanti makin merasa pusing dan kepalanya makin terasa berat dirinya apa memaksakan diri untuk bangun dan kembali menemui Riga namun sayangnya Rega masih asyik dengan teman-temannya suara dentuman musik pun Terdengar cukup keras di kepala Kinanti padahal tidak terlalu keras hanya suara dari handphone saja. Kinanti pun berpegangan kepada dinding agar tidak roboh.
" Mas Mas Riga Tolong Mas kepalaku berat rasanya, "panggil Kinanti namun tidak terdengar oleh Riga karena Suaranya sangat lemah dan kecil.
Kinanti kembali berjalan ke arah pintu yang terasa sangat jauh untuk mencapai reg agar segera bisa memberitahunya bahwa tubuhnya makin tidak enak di kepala yang bikin pusing. namun rasanya jarak itu semakin terasa jauh jauh jauh sekali ya sudah berjalan jauh namun tidak juga sampai kepada Riga Riga sepertinya sudah ada di depan matanya namun Entah mengapa meskipun 1 langkah-langkah ya sudah berjalan mereka tidak juga sampai di tangannya.
"Kenapa makin lama makin jauh saja ya mas Riga. Apa mas gak pindah, Tapi kayaknya dia nggak bergerak kemana-mana? Ya Allah masak Iga dengar dong mas, kepalaku terasa sakit sekali rasanya, apalagi harus terus berjalan menggapaimu. Mas riga ayoo dong lihat aku, aku sedang berjalan kepayahan ke sana!" ujar Kinanti di dalam hatinya.
"loh bu Kinanti Kenapa? kok jalannya sempoyongan? Ibu kenapa?" tanya pengasuh Leni tipe-tipe sudah bangun dan melihat Kinanti memegang kepalanya dan juga nampak berjalan sempoyongan dan tertatih-tatih itu.
"Meri!" Panggil kinanthi dengan lirik hampir tidak terdengar. pun kemudian membantu Kinanti duduk dan mengambilkan segelas air minum kepadanya dan mendudukkannya di kursi sofa di ruang tengah.
"Ada apa Bu? apa Ibu merasa pusing atau apa? saya pakai kampak 3 saja ya? tanda hujan merk kemudian bergegas perjalanan ke depan dan memanggil Riga. tidak Berapa lama kemudian hari pun datang kembali bersama dengan Riga.
Riga pun nampak terkejut melihat kondisi istrinya yang sudah terduduk lemas dan wajahnya sangat pucat itu.
"Kinanti, kenapa dek? apa yang sakit apa kau merasa pusing kelelahan apa yang sakit? aku panggilkan dokter saja ya? atau kita langsung ke rumah sakit saja? ya Allah Kau pasti sudah kelelahan aku lupa mengawasimu tadi, "ujar Riga khawatir.
Kinanti ingin buka suara dan mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu parah dan tidak perlu reggae sampai khawatir dan cemas seperti itu namun tidak ada yang keluar dari mulutnya. didihnya terasa kelu air ludahnya terasa sangat kering. untuk menggerakkan tubuhnya menggapai air minum yang diletakkan di atas meja namun rasa-rasanya badannya tidak bisa lagi digerakkan.
"Ibu mau minum?" mirip dengan Gesit mengambilkan air minum dan membantu Kinanti minum.
"sebaiknya dibawa ke rumah sakit saja Pak takutnya itu ibu malah Kenapa Kenapa. Mau gerak sedikit aja kayaknya susah Emang ibu punya penyakit apa Pak?"Meri bertanya dengan Khawatir.
"kalau dulu Ibu punya riwayat darah tinggi tapi udah lama nggak kambuh sejak kelahiran Beni dulu Kendaraan kemudian darah tinggi. tapi bertahun-tahun ini enggak pernah lagi kumat saya selalu memantau kesehatannya apalagi darah tingginya Tanti sudah bertahun-tahun ini sejak Beni lahir tidak pernah lagi kumat ibu mertua saya sendiri sudah meyakinkan bahwa kini tidak pernah sakit atau menderita darah tinggi sebelumnya atau sesudah dari Beni dilahirkan. hanya saat kelahiran Beni saja yang kumat dan sekarang tidak pernah lagi dan saya rasa mungkin hanya kelelahan saat ini Tanti Tadi katanya juga nggak bisa tidur karena. Ya sudah kamu tunggu sebentar ya Saya mau cari kendaraan dulu sama tetangga Mungkin ada yang punya mobil lebih baik naik mobil saja biar nggak terlalu susah. atau kalau nggak Naik bentor saja atau naik apa lagi itu atau naik taksi saja. kamu tunggu sini sebentar ya Meri, "Riga meminta tolong pada Meri menitipkan istrinya.
Riga pun tergopoh ke luar, mencari mobil tetangga. Namun kebanyakan tetangganya belum bangun, yang berada dirumahnya pun tak ada yang punya mobil.
"sebentar Pak Ria biar saya bangunkan Pak Hamdi sebentar Dia kan punya mobil biasanya juga jam segini udah siap-siap mau ke masjid Kok Bapak Tenang saja dia pasti bersedia membantu. siapin aja nantinya dan beberapa barang yang diperlukan kayak surat surat keterangan kesehatan atau kartu tanda penduduk dan kartu juga BPJS nya biar sekalian apa apa yang perlu biar enggak bolak-balik tadi saya ke rumah kami sebentar saya bangunin biar segera kemari kan kamu tadi,"kata salah satu sesuatu tetangga kemudian berlari memanggil tetangga mereka yang letaknya cukup jauh untuk meminta tolong mengantarkan Kinanti ke rumah sakit.
Ria pun dengan patuh kembali masuk kedalam dan melihat kondisi istrinya yang masih terduduk dengan lemas. Meri terlihat memijat-mijat kepala Kinanti yang katanya nyeri tersebut. Rega pun kembali ke kamarnya dan melihat Lebi masih tertidur pulas. Ada rasa cemas di hatinya.
Riga membongkar isi lemarinya dan mengambil KTP serta BPJS Atau surat-surat lainnya yang kira-kira dibutuhkan untuk keperluan administrasi rumah sakit nanti. ketika semua peralatan semuanya sudah ditemukan dan sudah Iya pegang dirimu kembali bergegas ke depan dan melihat kondisi Kinanti yang masih saja seperti tadi. tidak lama kemudian tetangga yang tadi Mama gak paham di pun datang bersama dengan paham di dan juga mobilnya. pada tetangga dan juga family yang ada di rumah pembantu Kinanti untuk masuk ke dalam mobil dan dilarikan ke rumah sakit dengan segera.
"Mbak Meri Ibu kenapa? Kok rame-rame dan dibawa ke rumah sakit ke dalam mobil b u bu?" tanya Putri tiba-tiba yang sudah bangun dan mendapati ibunya sedang di gotong orang masuk ke dalam mobil dan segera dilarikan ke rumah sakit tersebut.
"Putri baru bangun? Iya Put tadi ibu Katanya sakit kepala dan jalannya aja udah sempoyongan begitu. tadi dibawa ke rumah sakit sama Bapak naik mobil pak Hadi. kita doain aja semoga ibu baik-baik saja. a ini Ibu semalam katanya nggak bisa tidur Jangan jangan karena kecapekan. Kita doain aja semoga ibu nggak kenapa-kenapa ya," ujar Meri Jelaskan kondisi Kinanti.
Putri pun mengangguk dan kembali ke kamarnya melihat nih sayang juga sudah bangun. mereka memang biasanya sudah bangun dan melaksanakan salat subuh bersama. tidak lama kemudian Benny Pun bangun dan mendapati rumahnya sepi dan tidak ada ibu ataupun bapak tirinya. ini juga bertanya ke mana bapak dan juga ibunya Pergi Dan kembali menjelaskan kepada anak-anaknya nanti tersebut bahwa ibu mereka Tengah dilarikan ke rumah sakit Anna Marie pun ditugaskan untuk menjaga anak-anak sampai mereka kembali.
tidak lama kemudian nenek mereka Suri yang datang bersama dewopakde mereka. Suri menampak hawatir apalagi dewok mendapati rumah sudah tidak ada lagi Kinanti dan juga tiga. dewok Pun kemudian menyusul Kinanti dan Rizal ke rumah sakit untuk memastikan kondisi Kinanti tanah di Soreang pun memutuskan untuk menjaga anak-anak saja di rumah apalagi kalau ke rumah sakitnya sedikit repot karena sekarang kakinya seringkali terasa nyeri jika terlalu lama berdiri.
"kamu aja deh lihatin kondisi Kinanti Bagaimana. Ibu tunggu di sini saja Kaki Ibu rasanya sakit kalau harus pergi jauh. Nanti kamu telepon ya telepon ke nomor ibu atau ke mana buat kabari kondisinya kinanti kalau kamu sudah sampai ke rumah sakit dan sudah lihat kabar Kinanti Seperti apa, langsung kabarin ibu, kamu jangan lupa dewok!" pesan suriyen sebelum pergi ia akan dan juga langsung tancap gas dan juga Kinanti yang sekarang ada di rumah sakit.
setelah ibunya pergi dan juga pakdenya pergi ke rumah sakit Putri tidak henti-hentinya menitikkan Air Mata Di dalam kamarnya. a dan b doa dipanjatkannya untuk selamatan sama ibu dan ayah ibunya tidak pernah sakit sebelum ini apalagi sejak melahirkan Beni. ibunya dampak baik-baik saja.
"Ibu nggak pernah mengeluh sakit atau kelelahan sekali pun nggak pernah" dari subuh bahkan malam-malam ngerjain bumbu buat besok pagi jualan pu, bu nggak pernah ngeluh sakit ", apa lagi kecapean. apa jangan-jangan Ibu udah kecapean banget dan Udah terlalu banget yang sampai harus dilarikan ke rumah sakit seperti ini? ya Allah selamatkanlah Ibuku. Jangan Biarkan kami kehilangan dirinya. apalagi Adek Leni masih terlalu kecil,"lirih Putri.
"Putri! udah siang Dek Apa kamu mau ke sekolah? sekolah saja nanti kalau ada apa-apa Kak Meri bakal ngabarin ke sekolah: pada kamu nungguin di rumah bengong bengong aja kamu sekolah aja ya?" tanya Meri masuk ke dalam kamar putri dan juga Nisa tersebut.
Putri pun kemudian menuruti permintaan Meri untuk lebih baik sekolah saja. atau tidak ada yang bisa disetel lakukannya selain mendoakan sang Ibu. menunggu diam di dalam rumahku membuat dirinya makin khawatirkan kondisi ibunya. harus ikut ke rumah sakit pun pasti dokter tidak memungkinkan mereka untuk meninggalkan Ibu Desti satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah berdoa dan berdoa berharap ibunya baik-baik saja.
"Mbak Mirna nanti kalau ada kabar terbaru tentang ibu tolong kabari putri ya. putri bawa handphone kok tetapi Putri gitar ini saja Jadi kalau ada apa-apa dan ada kondisi terbaru tentang ibu tolong kabari Putri ya Mbak," pinta Putri sebelum pergi ke sekolah.
Merry pun berjanji akan selalu menggambar putri jika sudah ada kondisi ataupun kabar tentang ibunya. karena setiap tadi baik ataupun Depok tidak ada satupun yang memberi kabar kepada mereka orang-orang yang sedang menunggu kabar Kak nanti di rumah.
pukul 8 pagi dewok pun pulang dan memberi kabar kepada orang-orang di rumah Kinanti tersebut ada di rumah sudah nampak sepi hanya ada Meri surya dan juga Leni sementara anak-anak Kinanti yang lainnya masih di sekolah.
"anak-anak pada sekolah Bu?"tanya Dewa begitu masuk ke dalam rumah dan bertanya kepada sang ibu.
"Iya dewok anak-anak Kinanti semuanya pergi ke sekolah ada pada mereka diam aja di rumah dan mengkhawatirkan Kinanti lebih baik main ke sekolah saja. kamu bagaimana sih kan kata ibu kalau kamu sudah sampai di rumah sakit yang Lihat kondisi ke Nanti kamunya disuruh nelpon ke sini kok kamu malah enggak nelpon si dewok? Lau dikondisikan Kinanti bagaimana?" tanya suriyen.
"Maafkan dewa-dewa tadi malah lupa bawa handphone makanya nggak bisa nelpon ibu ataupun nelpon orang rumah di sini. Riga pun bahkan juga lupa handphone makanya kami nggak ada yang nelpon ke sini. Riga nyuruh Dewik pulang udah ngasih kabar ke rumah. Kinanti benar-benar kelelahan sepertinya. dokter langsung merawat dirinya tekanan darahnya cukup tinggi bahkan Tadi katanya saat keluar dari kamar katanya Rega, Kinanti sudah sempoyongan bahkan dibantu Meri untuk duduk tanda bukti darah nya sangat tinggi Bu 180,"ujar Dewok.
"Innalillahi Kenapa tinggi sekali darahnya Kinanti sampai seperti itu. memang dia salah makan? apa dia terlalu banyak makan daging kambing? pada libur rasa tidak daging kambing itu Loh dewok kenapa? apa dia benar-benar mencicipi kambing itu? ya Allah Ki nanti dia tidak pernah lagi kumat darah tinggi yang sejak melahirkan baby waktu itu ibu selalu memantau kesehatan nya dia tidak pernah kelelahan apalagi sampai sakit seperti itu. walaupun kelelahan dan tingginya tidak pernah sampai kumatan detik Ibu rasa benar dia sepertinya mengkonsumsi daging kambing kemarin buat selamatan Sil ini apa jangan-jangan seperti itu? meri apa kau tahu jangan jangan Ibu nanti makan kambing saat hajatan kemarin?" tanya Suriyem yang nanyain MerI yang tengah mengasuh Leni.
"nggak ada bu nggak ada sedikitpun mungkin nanti makin daging kambing. dia bakal sudah bilang badannya udah nggak enak Dia rasa dia nggak mau makan daging kambing bau nya aja udah bikin dia mau dong sakit kepala. dia sedikitpun Enggak cicipin kok Bu. saya yakin hal itu," ujar Meri menyakinkan.
"trus kondisinya Kinanti bagaimana? Apakah dia terkena stroke atau bagaimana dewok? dia masih bisa bicara kan? nggak ada mulutnya yang miring kayak di film-film atau badan yang gak bisa digerakin kayak di film-film itu kan dewok?" tanya Suriyen dengan nada dan raut wajah yang sangat khawatir.
"nggak ada lah bu nggak ada yang kayak gitu, KiNanti baik-baik saja. Tadi saya sudah bicara tapi nadanya agak lemah. dia juga sudah makan dan disuapi Rega sarapan. Kinan nampaknya baik-baik saja kok Bu, kita nggak perlu khawatir. semoga Kinanti segera membaik dan darahnya segera turun dan normal kembali. Dokter juga sudah memberikannya obat supaya darah tingginya cepat turun. kita tunggu saja dan berharap semoga Kinanti cepat membaik," ujar Dewok memberikan pengharapan kepada sang ibu.