"Prediksiku tidak pernah salah! Aku sudah tahu bahwa sejak awal pasti akan ada motif di balik semua ini," tandas Nathan. Hampir semua mata tertuju pada Nathan yang mengemukakan pemikirannya pada seluruh anggota Triptych. Hanya satu orang yang tidak memperhatikan kalimat-kalimat dari Nathan. Tiada bukan selain August Gold. Isi kepalanya melayang jauh ke tempat dan dimensi waktu yang berbeda. Ia tak mampu untuk memfokuskan diri. Ia tak mampu berpikir jernih. Matanya menatap bolpoin yang ia gunakan untuk menyingkirkan penyusup di malam itu. Tatapannya kosong. Begitu pula isi kepalanya. "Ditambah lagi dengan p*********n yang dialami August dan Jeon kemarin. Tidak tanggung-tanggung, mereka merealisasikannya dalam jangka waktu kurang dari dua puluh empat jam," tambah Adam. "Ini semua

