Ting!! Pintu lift berinterior red vintage itu terbuka. Ya, lift yang menjadi salah satu saksi mata perjalanan kehidupan asmara Wendy Lawson. Alat yang menjadi penghantar antara penderitaan dan kebahagiaan yang ia raih. Perempuan berbadan dua itu tersenyum simpul ketika bayangan-bayangan masa lalu itu tertampil di ingatannya. Ia menggelengkan kepalanya dan menghela napas, membuat wanita setengah baya di sebelahnya terlihat bingung. "Monic, sampai di sini saja. Saya bisa sendiri," kata Wendy. "Tapi Nona, saya harus mengantar Nona sampai ke ruangan Tuan Gold. Saya khawatir Nona akan kenapa-kenapa," sahut Monic bersikeras. Wendy menggelengkan kepalanya dan kemudian tersenyum. "Tidak apa-apa, Monic. Kemarikan kotak makanannya." Dengan berat hati, Monic menyerahkan kotak beka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


