Dan perhatian Clara pada Aliff sepertinya memang sudah sangat sulit untuk disembunyikan. Ia boleh saja awalnya enggak dan malu. Tapi tak lama kemudian, ia nampak betah dengan kehadirannya. Ditambah dengan kepandaian Aliff mengobrol, ia segera larut dalam percakapan yang mengasyikkan. Sama seperti pertemuan tahun lalu pria ini tetap tampil flamboyán. Sang Don Juan. Sang playboy. Tak ada lagi rasa malu, ragu, atau khawatir saat bertemu pria itu yang masih tetap tampan sejak mereka terakhir bertemu tahun lalu. Sorot mata biru, rahang persegi, hidung mancung, dan bekas cukur cambang yang menyisakan warna kebiruan itu sekarang dipandangi oleh Clara ketika keduanya duduk di meja yang sama. Ia tersenyum-senyum dan bahkan sesekali terbahak karena Aliff pencerita yang andal. Clara mendengar den

