Suara bariton tegas perempuan itu menggetarkan hati Mou Lizar. Dia menganga dan tak bergerak. Tidak berkedip meskipun raut wajah perempuan itu menatapnya tajam. Pedang panjang berkilau terkena paparan surya telah sembunyi di sarungnya itu tidak bisa dilupakan Mou Lizar. Dia terpesona dari segi ketajamannya, kekuatannya, ukiran sarung pedangnya, dan semua yang ada di diri perempuan itu meskipun penampilannya sangat buruk. Seperti laki-laki sejati yang tidak mencerminkan perempuan sama sekali. Dia menodongkan senjatanya pada Mou Lizar. Yuri dan Zean tersentak, tapi Mou Lizar tetap diam. "Kenapa kau terus menatapku?!" tegas perempuan itu. Alisnya bertaut tanda marah. Mou Lizar meringis sadar. "Wah, kau ini seorang gadis, ya? Pedangmu berbahaya sekali. Apa yang kau lakukan pada semua orang ta

