Setelah bertemu perempuan yang menunjukkan jalan ke tempat Mak Comblang, Yuri dan yang lainnya pamit setelah berterimakasih. Senyap tidak ada perbincangan antara Zean dan Yuri. Hanya Mou Lizar yang menyibukkan diri dengan meracau sana-sini. Kemeriahan desa itu pun sampai tidak dihiraukan lagi. Mou Lizar bingung atas apa yang terjadi. Yuri yang murung, tetapi Zean tersenyum tipis. Hingga muak sudah akhirnya Mou Lizar bertanya. "Kalian kenapa? Ada yang aku lewatkan? Yuri, ekspresimu jelek sekali." Mou Lizar berdecak tiga kali. "Hmm, jelek." Yuri mengangguk lemas. "Ha? Setuju gitu aja?" Mou Lizar heran. "Hahh, mau gimana lagi?" Yuri justru mendesah. "Aneh! Tidak biasanya kau tidak semangat. Pangeran, jangan bilang kau juga sama. Senyumnya tidak asik seperti sebelumnya." beralih mena

