Alex mengajak Juan berkeliling di kota Amsterdam, kota yang dipilih Vendi untuk meningkatkan pendidikan Bisnis Juan. Kota yang indah dengan sejuta pesonanya. "Saya harap Anda bisa nyaman berada di sini, Tuan," ucap Alex sambil menyetir mobilnya. Alex melirik ke sebelahnya. Harusnya Juan duduk di jok tengah seperti anak majikan lainnya. Namun, Juan menolaknya. Ia sendiri yang membuka pintu depan dan segera duduk di sana. "Lo gak perlu pake bahasa formal. Gue yakin, kita hampir seumuran," ucap Juan datar. "Tapi—" "Gue sama kayak lo. Yang kaya itu bokap gue, bukan gue," potong Juan kelewat santai. "Bener kata Thunder, lo gak kayak anak orang kaya lainnya." Alex membelokkan mobilnya di salah satu tempat wisata terkenal di kota Amsterdam, Dam Square. "Thunder?" Juan mengerutkan keningnya

