Juan duduk di sebelah Jeane dengan tampang bosan yang menghiasi wajahnya. Di depannya, ada Thunder yang menyandar santai di sandaran sofa. "Gak ada yang berubah dari lo." Thunder membuka suaranya untuk pertama kali setelah mereka bertiga terdiam sejak sepuluh menit yang lalu. "Hn. Kapan lo balik ke sini?" tanya Juan memutuskan bertanya pada hal yang sebenarnya tak perlu ditanyakan lagi. "Kemarin sore," jawab Thunder seadanya. "Kenapa lo gak tungguin gue di bandara sih, Jeane? Gue kira lo gak tau arah jalan sini. Gue tungguin setengah mati di bandara sana, lo malah udah enak-enakan ngadem di sini." Jeane menyengir. "Sorry. Gue lupa kalo lo mau ikut ke sini. Lo sih... gak ingetin gue lagi," tukasnya polos. Thunder mendengkus pelan. "Males gue mau ingetin lo. Yang lo ingat palingan cuma

