Hari Minggu yang menyenangkan, kembali mendatangi hari-hari monoton Jeane. Tak seperti hari Minggu sebelumnya, pagi ini Jeane sudah siap-siap dengan pakaian rapi. "Lo mau ke mana sih, Kak? Pagi-pagi udah rapi?" tanya Lily seraya memasuki kamar Jeane dan menutup pintu kamar Kakaknya dengan kakinya. Brak. Jeane melototkan matanya dengan gusar, meratapi bayangan dirinya di depan kaca. Lipstick yang harusnya hanya dipoles di atas bibir tipisnya, kini ikut mewarnai pipinya dengan goresan panjang. Ia mengembuskan napas kesalnya, kemudian menatap tajam ke arah Lily yang sedang menahan tawanya. "Kak, lo...." "Ini semua karna lo!" tuding Jeane sebal, melempar lipstick di tangannya ke wajah Lily. Tak ayal, hal tersebut langsung disesali Jeane. "Lipstick gue...." Suaranya memelas, dan matanya b

