Bab 59

874 Kata

Hari masih terlalu pagi, bahkan sang matahari masih malu-malu mengintip di balik gumpalan awan. Tetapi, Vendi sudah berdiri di ruang tamu dengan setelan pakaian rapinya. Ia dan Juan akan terbang ke Belanda pagi ini. Sesekali, Vendi melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia menunggu Juan turun dari kamarnya. Setelah berselang beberapa menit, Juan turun dengan satu koper berukuran sedang di tangannya. Vendi mengerutkan dahinya menatap koper yang ditenteng Juan. "Hanya segitu barang yang mau kamu bawa?" "Hn," gumam Juan. "Baiklah, kita berangkat sekarang." Vendi meminta supirnya membawa barang-barangnya dan koper Juan. "Tunggu... kalian gak mau sarapan dulu?" tanya Ava mengikuti keduanya. Di sampingnya, ada Cia yang tak bersuara. "Nggak. Sarapan di bandara kan bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN