Extra Part Four

1308 Kata

"Udah di umpetin belum, bang ?" tanya Aref membuka suaranya saat mereka berdua sedang didalam kamar, sibuk mengobrak abrik lemari bukunya. Eraf dan Aref memang masih tidur didalam satu kamar yang sama, hanya saja mereka tidur di atas kasur yang berbeda dan fasilitas - fasilitas lainnya yang disiapkan berdua - dua. "Udah udah. Udah gue umpetin, nggak bakalan ketahuan kalo nyimpen disinikan ?" tanya Eraf ke Aref yang masih mengamati tempat mereka menyembunyikan ponsel, PSP, dan gadget yang lainnya. "Mama nggak mungkin periksa kalo di lemari buku. Mamakan tau nya itu tempet buku, buat belajar. Kalo soal pelajaran mama nggak bakalan nubek - ngubek yang itu." jelas Aref membuat Eraf, kakaknya yang lahir 15 menit cepat darinya itu mengangguk. Ketokan di pintu membuat Eraf dna Aref segera

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN