Afiya kembali menciut ketakutan saat sebelah tangan Ervin meninju kaca yang berada di samping nya dengan tubuh tetap mengurung Afiya. "Kamu nggak bisa ? Kenapa ?" tanya Ervin dengan menatap Afiya tajam. Tanpa mempedulikan darah yang mulai mengalir dari punggung tangan nya. Afiya menelan ludah nya. Afiya takut sungguh takut dengan Ervin yang seperti ini. "KENAPA ?!" Bentak Ervin di depan Afiya membuat Afiya menjadi lebih ketakutan. Kaki Afiya mulai gemetar ketakutan. Bukan nya Afiya tidak ingin kembali dengan Ervin. Tapi, Afiya takut pada Ervin, membuat diri nya mengurungkan niat nya untuk kembali ke Ervin. Afiya takut. Tidak mendapat jawaban, Ervin memundurkan tubuh nya, kembali menegakan tubuh nya sembari tertawa. Yang berkali - kali lebih membuat Afiya semakin ketakutan. Hingga E

