Malam ini Afiya terus menangis di dalam kamar nya. Sudah beberapa jam Afiya mengunci diri nya di dalam kamar bahkan mengabaikan panggilan kedua orang tua nya yang mengajak nya makan malam bersama, untuk terakhir. Besok ayah nya akan kembali ke kuar kota. Tetapi, hal tersebut justru tak mengurung kan niat nya untuk keluar dan makan malam bersama orang tua nya. Setelah pulang mengantar Miya ke rumah nya, Afiya segera berpamitan untuk pulang. Setidak nya Afiya sudah bisa merasa lega saat melihat ada ibu nya Miya yang menjaga sahabat nya. Bahkan Miya masih terlihat pucat juga shock atas percobaan pembunuhan Ervin yang di lakukan kepada diri nya. Afiya yang tiba di rumah nya sore hari, langsung naik ke dalam kamar nya dan menangis di dalam. Bahkan saat Afiya di atas Taxi menuju perjalanan pu

