Seusai menyiapkan pakaiann Ardhan langsung menyeret kopernya, namun ketika berada di depan pintu langkah Ardhan langsung terhenti. Ia menengok Andine yang sudah menatapnya dengan air matanya yang sudah membanjiri wajahnya. "Maaf," pinta Ardhan, ia berjalan menuju Andine, kemudian Ardhan berjongkok untuk memegang kedua kaki Andine. Andine tak kuasa menerima perlakuan Ardhan itu, ia langsung membantu Ardhan untuk berdiri. "Kamu," Andine memejamkan matanya sejenak. "Selamat kamu udah jadi seorang ayah," Andine tersenyum miris, Ardhan langsung memeluk gadis itu begitu erat, seakan-akan ia tidak mau meninggalkan Andine. Ardhan mencium kedua tangan Andine,"Aku harap pertemanan kita bukan hanya sekedar kata maaf." Andine mengulas senyumnya,"Aku emang kecewa, tapi bukan berarti aku bisa mem

