Telepon ditutup. Amm tidak langsung beranjak tidur, dia masih menunggu kabar dari Kavin karena dia ingat jika akan ada sebuah rapat di perusahaan. Ambar pasti hadir karena dia termasuk salah satu pemegang saham. “Aduh, Ambar, gimana ini ... semoga dia nggak kenapa-kenapa. Ish, kenapa harus hari ini...” Amm masih berbaring dengan posisi mata tertutup lengan. Dia tidak bisa tidur karena terlalu memikirkan Ambar. Matanya mengantuk, tapi otaknya tidak mau diajak kompromi. Tapi Amm kembali sadar, dia salah menyuruh Aaron pergi mengawasi Ambar. Segera dia menelepon Aaron. “Pergi ke rumah Ambar, rumahnya ada di samping komplek villa, dekat restoran wagyu milik Bobby.” Amm langsung memberi perintah. Tapi baru saja telepon ditutup, ada ketukan pintu dari luar ruangan. Kavin datang dan mengaba

