95. Amm yang Khawatir

1226 Kata

“Lepaskan,” ucap Amm berusaha untuk meloloskan diri dari pelukan Java Lee. “Aku tidak percaya kau akan datang untuk menemuiku,” ucap Java dengan nada begitu gembira. Semua orang di ruangan itu dianggap seakan tidak ada. Java terlalu asik dan gembira karena kehadiran Amm yang datang. Semua orang di ruangan itu menatap dengan tatapan pasrah melihat pasangan yang tengah bermesraan di ruang introgasi. Ruangan yang paling menyeramkan berubah menjadi romantis. “Lepaskan. Karena kau tidak membutuhkan bantuan lagi, aku akan pergi sekarang,” ucap Amm. “Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Amm saat Java melepaskan Amm dari pelukannya. “Hm. Aku akan memberikan pelajaran untuk orang yang telah berani memfitnahku, dan juga orang-orang yang telah bekerjasama dengan wanita itu,” ucap Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN