"Maaf, Pak, harusnya saya bilang sejak dulu, tapi saya gak punya keberanian. Sebenarnya selama ini Ibu Zara suka pukul Non Hanna kalau bapak gak lagi di rumah." "Kenapa bibi gak bilang sejak awal?" Andai dia tahu sejak awal mungkin ini tidak akan terjadi, atau setidaknya meminimalisir kesakitan Hanna. "Kami takut, Pak. Kami takut kalau Bu Zara pecat kami terus malah siksa Non Hanna lebih parah. Tapi, tadi pagi ada polisi cari Bu Zara, dan bilang mereka bawa surat penangkapan. Kami bersyukur akhirnya Bu Zara ketahuan. Sekarang kami mau mengundurkan diri saja, Pak. Saya malu, karena ketakutan, kami justru jadi egois." Aryan menghela nafasnya, dan melihat satu lagi pembantu rumahnya yang berdiri agak jauh dengan menunduk. "Gak perlu, bibi bisa kembali bekerja. Lagi pula saya sudah tahu sem

