Hana melompat-lompat kecil sambil bernyanyi riang setelah turun dari mobil yang mengantarnya ke depan rumah milik Devano. Kedua tangannya tidak kosong, dia membawa satu kantong plastik kecil berisikan beberapa batang cokelat besar untuk dibagikannya kepada Emily dan Devano tentunya. Dia sering datang ke rumah ini semenjak resmi menjadi kekasih kecil bagi kakak kesayangannya, tidak peduli pandangan orang lain, yang dia tahu hanya rasa bahagia menemui orang terkasihnya. “Emily! Emily! Kamu di mana? Kakak bawa cokelat, nih! Mau nggak?!” Suara Hana memanggil Emily begitu bersemangat, dia langsung masuk rumah setelah dipersilakan oleh asisten rumah tangga Devano. “Emily?” Hana mencari gadis kecil itu, seharusnya dia ada di rumah. Mengingat ini sudah lewat waktu pulang sekolah. “Apa dia ada l

