BAB 75

1795 Kata

Dingin tiba - tiba menyapa Salsa, ia menarik tinggi selimut yang turun. Kantuknya tiba - tiba menghilang entah kemana namun matanya masih terasa berat, Salsa melihat Fajar yang masih tertidur dengan nyanyak. Tangan Salsa mengambil ponselnya yang masih terhubung dengan pengisi daya, ia melihat layar ponselnya yang menunjukan hampir jam 5 pagi. Salsa bergerak dengan sedikit berhati - hati, takut jika membangunkan Fajar. Ia sadar jika Fajar pasti masih lelah karena harus membawa mobil, kemudian Salsa berjalan ke kamar mandi dan membasuh wajahnya mengusir sisa kantuk yang tersisa. "Biasanya orang kalau tinggal di rumah mertua ngapain sih," gumam Salsa sambil menatap cermin. Tidak banyak persiapan pernikahan yang Salsa tahu, apalagi karena mendadak mana sempat Salsa belajar. Perlahan, Salsa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN