Salsa merasakan perutnya sangat bergejolak, berkali - kali ia menahannya dan bersikap biasa saja namun kali ini ia gagal. Salsa meminta Fajar segera menghentikan mobil, ia sudah tidak bisa lagi menahan gejolak yang di rasakannya. Hampir saja Salsa mengomeli Fajar karena berhenti dengan mendadak jika ia tidak teringat harus menyelesaikan hal yang mendesaknya sekarang, Salsa membuka pintu lalu berlari ke ruang. Sambil menahan dan berjalan beberapa langkah dari mobil, Salsa mengeluarkan isi perutnya yang sudah mendesak untuk dikeluarkan. Dadanya terasa sesak, di belakangnya Salsa merasa seseorang memikat bagian belakang lehernya. Tanpa melihat juga Salsa tahu jika itu adalah Fajar, sekali lagi Salsa mengeluarkan isi perutnya. "Pe ... pelan - pe ... pelan," gumam Salsa sambil memegangi ram

