Pelukan hangat dari Dimas siang itu masih terasa menyelimuti tubuh Luna. Pelukan itu mampu menjaga perasaannya tetap bahagia dan tenang hingga hari ini. Luna sendiri pun masih tidak percaya bahwa pelukan memberikan efek besar untuk dirinya dan harinya. Hari libur kali ini Luna manfaatkan untuk berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Selain untuk membeli kebutuhan pribadinya, sekalian juga ia melihat pakaian dan sepatu yang ada di sana. Siapa tahu ada yang menarik perhatiannya. Biasa, wanita. Hujan turun dengan derasnya sesaat setelah Luna dibukakan pintu oleh mamanya. Pandangan tidak suka dari mamanya ia dapatkan sebagai sambutan selamat datang, dan tanpa sepatah katapun Luna ditinggalkan di ambang pintu masuk. Luna tidak bisa diperlakukan seperti ini. setelah ia mengunci pintu, ia pun seg

