Valeria sudah bertekad, saat anaknya nanti lahir. Ia harus bercerai dengab Varel, ia tidak tahan jika harus diperlakukan seperti ini terus. Valeria punya hati, dan bisa sakit kapan saja, kalau terus disakiti seperti ini bisa hancur. Apalagi suaminya itu benar-benar tidak peduli atas kehamilan dirinya. Kalau ia mau apa-apa, harus ditahan karena Varel tidak pernah mau menurutinya, contoh ia pengin makan rujak malam-malam tidak teratasi akhirnya Valeria memilih tidur. Dan sekarang untung saja, anak di kandungannya sudah tidak pernah meminta apa-apa, mungkin ia tahu kalau ibu dan ayahnya sedang tidak baik-baik saja, jadi ia kasihan dengan ibunya kalau harus semaki di susahnya. Usia kandungan Valeria sudah tiga bulan, dan Varel tidak pernah mengelus perutnya atau sekadar bercengkrama dengan s

