Saat ini Varel dan Dara sedang berada di sebuah kafe yang biasa mereka kunjungi sewaktu pacaran dan awal-awal menikah dulu, bisa dibilang memori yang mereka miliki sangat memorable, banyaka kenangan yang masih mereka kenang, tanpa bisa dilupakan, bahkan perasaan mereka masih sama-sama kuat, hanya keadaan yang sudah berbeda. "Tidak banyak berubah dari tempat ini, masih senyaman dan semenyenangkan dulu, pojokan dekat jendela adalah favorit kita. Pesan dua gelas capuccino adalah hobi kita dulu, rasanya bari kemarin ternyata udah belasan tahun yang lalu, tapi semua masih terasa sama," ujar Varel sambil mengingat masa lalu, tidak ada yang berubah dari itu semua. Dara terkekeh pelan, ternyata Varel masih mengingat masa lalu mereka dengan begitu jelas, ia kira hanya ia yang mengingat hal itu, te

