"Dara .... " Varel terkejut melihat sosok perempuan yang telah meninggal belasan tahun yang lalu kini ada di hadapannya, tidak mungkin Dara ada di hadapannya, ini pasti cuma halusinasi, berkali-kali Varel mencubit pipinya dan mengucek matanya, tetap di depannya tidak berubah, ia Dara Amanda, kekasih hatinya, istrinya, yang telah Varel anggap telah meninggal dunia. Lalu siapa yang ada di hadapannya sekarang? Senyuman itu masih sama, wajahnya juga tidak berubah, malah semakin cantik. Jadi sebenarnya apa yang terjadi Dara? Kenapa orang-orang menganggap bahwa perempuan ini telah meninggal? Padahal nyatanya dia masih hidup dengan keadaan fisik yang masih utuh. Apa selama ini Varel telah tertipu oleh keadaan? "Rel ... " Suara itu menyadarkan Varel dari lamunannya, dan warna suara itu yang pali

