Untuk kesekian kalinya Varel tak acuh kepada Valeria, istrinya, dan lagi-lagi Valeria hanya bisa menangis, menumpahkan segala pilu yang terperanjat, andai saja ia tahu pernikahannya menjadi buruk seperti ini, ia tidak akan mau menikah dengan Varel, sebab hanya air mata yang ia dapatkan, air mata dari sesuatu yang tidak ia perbuat. Kalau dibilang menyesal, tidak juga karena setidaknya ia bisa memiliki anak dari laki-laki yang ia cintai, yang Valeria sesali adalah kenapa Varel lebih percaya dengan orang lain daripada istrinya sendiri, padahal Valeria selalu berusaha jujur untuk semua yang ia katakan. Kalau saja ia tahu kedatangan Bian hanya untuk menjebak dirinya, tidak aka Valeria bukakan pintu, tetapi nasi telah menja bubur, Bian berhasil mengelabui dirinya, dan Varel sudah mempercayai ke

