Minggu pagi ini Varel mengajak anak-anak istrinya untuk piknik ke salah satu taman yang ada di Jakarta, dengan membawa makanan dan minuman sendiri, tak lupa tikar. Sekarang semuanya terasa jauh lebih membahagiakan walaupun Valeria tahu di hati Varel masih tersimpan nama Dara, sedangkan untuk dirinya hanya secuil, tapi itu jauh lebih baik daripada keadaan Valeria tidak dianggap ada oleh Varel. Mereka memperhatikan Gara yang sedang main bersama anak-anak kecil yang ada di taman ini, mereka berlarian tidak ada beban, rasanya Valeria ingin kembali ke masa itu, di mana hanya tawa yang tercipta, dan sakit hanya karena lutut yang terluka, bukan karena patah hati, namun Valeria tidak bisa memungkiri kalau proses pendawasaan itu memang ada, dan Gara kelak akan bertumbuh dewasa merasakan indahnya j

