BAB 74

209 Kata

Valeria tetap meyakinkan putrinya itu bahwa semua akan baik-baik saja, tidak ada hal yang perlu ditakutkan, ia percaya bahwa dirinya dan Reva akan sampai di rumah dengan selamat. Valeria melirik jam di pergelangan tangan kirinya. "Reva, Bunda harus masak untuk ayah, kamu enggak mau kalau ayah kelaparan kan? Ayo sayang pulang ya." Valeria berharap kalau Reva mau diajak pulang sekarang meskipun di luar sangat deras hujannya dan petir semakin menggelengar, tetapi Valeria yakin bahwa mereka tidak akan terluka. "Gimana, Sayang? Mau kan pulang sekarang?" tanya Valeria lagi berharap kalau putrinya itu mau mendengar perkataannya untuk segera pulang sekarang. Setelah memikirkan sejenak, akhirnya Reva mengangguk, walau dengan wajah yang terlihat sangat was-was, tetapi ia yakin akan baik-baik saja k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN