Salatiga
Di rumah mbah Wiro,
Masih di meja makan..
"Tah, kalau sedang di meja makan jangan main hp, makan dulu baru habis itu boleh main hp", kata pak Krisna.
"Inggih yah"
(Iya yah), sambung Titah.
"Panjenengan chat kaliyan sinten ta serius sekali, punika nggih saking yayang panjenengan ?"
(Kamu chat dengan siapa sih serius amat, itu ya dari yayang mu ?), tanya Renaldi.
"Menawi chat yayang sih sampun wau, sakmenika chat kaliyan mbak e panjenengan, mas.."
(Kalau chat yayang sih sudah tadi, sekarang chat dengan mbak mu, mas..), jawab Titah.
"Maksute panjenengan, mbak Dian, tah ?"
(Maksudnya kamu, mbak Dian, tah ?), tanya mbah Parinem.
"Inggih mbah,tembung mbak Dian sekedhap iseh ngantos mbah.."
(Iya mbah, kata mbak Dian sebentar lagi sampai mbah..), jawab Titah lagi.
"Mbak Dian kersa dhateng mriki ?"
(Mbak Dian mau kesini ?), tanya bu Dewi.
"Inggih mah"
(Iya mah), jawab Titah lagi.
"Nah itu dia suara klakson mobilnya mbak mu", kata mbah Wiro.
"Inggih mbah.."
(Iya mbah..), sambung Titah.
"Jo, buka pintu", kata pak Krisna lagi.
"Laksanakan pak Krisna", sambung Paijo.
Purwokerto
Di rumah pak Joko,
Di kamar Irfandi..
"Gak sabar ingin bertemu dengan dia besok, beres-beres baju dulu deh", kata Irfandi.
Aku pun mengemas bajuku untuk ku bawa besok ke solo, untuk bertemu dengan Titah.
Dan hari ini aku akan menceritakan singkat antara aku dengan mantan-mantan pacarku, sebelum aku memilih Titah menjadi pacarku sekarang, oke langsung saja mantan pacarku yang pertama dia bernama Adel.
Adel adalah teman sekolahku di SMP Negeri 01 Purwokerto (kelas satu).
**
Di dalam cerita Irfandi & mantan pacar pertamanya (Adel).
SMP Negeri 01 Purwokerto..
"Elu benar suka sama Irfandi ?", tanya Laras.
"Iya gue suka dengan Irfandi, kenapa ?", tanya Adel.
"Terus pacar lu gimana ?", tanya Laras.
"Tau elu kan sudah punya pacar, si Bagus mau di kemanain ?", tanya Arka.
"Bagus ya tetap jadi pacar gue lah, gak di kemana-kemanain", jawab Adel.
"Maksud lu, lu duain dia gitu, nanti kalau ketahuan bagaimana del.. ?", tanya Arka lagi.
"Iya lah, asal bisa atur waktunya untuk Bagus dan Irfandi di jamin gak bakal ketahuan", jawab Adel lagi.
"Gak bakal ketahuan apa nih ?", tanya Irfandi.
"Eh emm, emm, gak kok yank, ya kan ras, ka ?", tanya Adel yang panik.
"Iya kok", jawab Arka.
"Gak ada apa-apa kok Fandi, gue mau pesan bubur ayam dulu ya", jawab Laras.
"Oh oke..", kata Irfandi.
Seminggu kemudian..
Di lapangan sekolah..
"Kowe ngapain iseh neng kene ta Fandi ?"
(Kamu ngapain masih di sini sih Fandi ?), tanya Arfan.
"Tau kowe nunggu sapa sih neng kene ?"
(Tau kamu nunggu siapa sih di sini ?), tanya Irwan.
"Inyong nunggu Adel wan, fan"
(Aku nunggu Adel wan, fan), jawab Irfandi.
"Oalah tak kira nunggu sapa, aku lan Irwan tuku es dhisik ya yen ngono, ngelak nih.."
(Oalah ku kira nunggu siapa, aku dan Irwan beli es dulu ya kalau begitu, haus nih..), kata Arfan.
"Oh iya, aku titip uga ya banyu"
(Oh iya, aku titip juga ya air), sambung Irfandi.
"Oke..", kata Arfan lagi.
Di kantin sekolah..
"Sayang..", kata Bagus.
"Iya sayang, kenapa ?", tanya Adel.
"Pesan makan yuk, lapar nih sayang", jawab Bagus.
"Iya sayang, aku juga lapar", kata Adel.
"Fan, fan..", kata Irwan.
"Apa sih wan, kenapa, ada apa ?", tanya Arfan.
"Tuh..", jawab Irwan.
"Tuh apa wan ?", tanya Arfan lagi.
"Itu bukannya Adel ya, pacarnya Irfandi ?", tanya Irwan juga.
"Wah iya benar, tunggu saya SMS Irfandi deh..", jawab Arfan.
"Ya sudah buruan..", kata Irwan.
"Iya..", sambung Arfan.
**
Percakapan Arfan dan Irfandi lewat SMS.
"Fandi, kamu ke kantin deh, percuma Adel, cewek lu gak bakalan ke sana, dia ada di sini dan elu bisa dengar dan tau sendiri yang gue maksud nantinya", kata Arfan.
"Haaa.. Maksudnya ?", tanya Irfandi.
"Sudah ke kantin saja dulu", jawab Arfan.
"Oke gue ke kantin sekarang", kata Irfandi.
**
Masih di kantin sekolah..
"Gimana wan, arep Fandi marang kantin ?"
(Bagaimana wan, mau Fandi ke kantin ?), tanya Irwan.
"Beres wan..", jawab Arfan.
"Ngapain sih inyong neng kongkon marang kantin, jare ne ana Adel, endi ?"
(Ngapain sih aku di suruh ke kantin, katanya ada Adel, mana ?), tanya Irfandi.
"Kuwi, neng kana Fandi"
(Itu, di sana Fandi), jawab Irwan.
"Oh iya bener, ya wis yen ngono inyong marang kana ya"
(Oh iya benar, ya sudah kalau begitu saya ke sana ya), kata Irfandi.
"Eeh aja Fandi"
(Eeh jangan Fandi), sambung Arfan.
"Apaan sih kok inyong ra oleh marang kana ?"
(Apaan sih kok aku tidak boleh ke sana ?), tanya Irfandi.
"Wis kowe neng kene wae dhisik mengko kowe uga tau"
(Sudah kamu di sini saja dulu nanti kamu juga tau), jawab Arfan.
"Iya tuh bener, wis tunggu dhisik neng kene"
(Iya tuh benar, sudah tunggu dulu di sini), jawab Irwan juga.
"Iya deh inyong tunggu neng kana wae"
(Iya deh aku tunggu di sana saja), kata Irfandi lagi.
"Kowe uga kudu pasang kuping baik-baik ya Fandi lan siap-siap lara ati"
(Kamu juga harus pasang telinga baik-baik ya Fandi dan siap-siap patah hati), sambung Irwan.
"Yank aku ke kamar mandi dulu ya", kata Bagus.
"Iya yank..", sambung Adel.
"Kok Adel panggil cowok itu yank sih.. ?", Irfandi bertanya-tanya.
"Sekarang coba kamu telepon deh", kata Irwan.
"Benar tuh, kalau dia bohong elu boleh samperin dia, kalau dia jujur elu boleh marahin kita berarti kecurigaan kita berdua salah", sambung Arfan.
"Maksudnya salah ?", tanya Irfandi lagi.
"Maksudnya elu di selingkuhin sama si Adel, Fandi..", jawab Irwan lagi.
"Oh oke..", kata Irfandi.
"Yank habis ini kita mau kemana dulu sebelum kita pulang ?", tanya Bagus.
"Ke mall saja sayang, aku mau beli sepatu baru", jawab Adel.
"Oh oke, kamu habiskan dulu ya makannya", kata Bagus.
"Iya sayang..", sambung Adel.
"Yank hp kamu bunyi tuh", kata Bagus lagi.
"Iya sayang..", sambung Adel lagi.
"Angkat dong yank", kata Bagus lagi.
"Iya sayang ini baru mau di angkat, duh Fandi telepon lagi", sambung Adel lagi.
**
Percakapan Adel & Irfandi lewat telepon.
"Ay kamu dimana, aku sudah tunggu kamu di lapangan nih ?", tanya Irfandi.
"Oh iya yank, maaf aku lupa, aku lagi di luar rumah nih dan belum pulang, lagi sama sepupu", jawab Adel.
"Oh jalan sama sepupu ya, tapi kok panggil sepupunya pakai yank, yank sih ay ?", tanya Irfandi lagi.
"Oh itu..", jawab Adel l,agi dengan panik Fandi mengetahui kalau Adel sedang jalan dengan pacarnya yang lain.
**
Masih di kantin sekolah..
"Itu apa, siapa dia ay ?", tanya Irfandi.
"Fandi..", kata Adel yang terkejut melihat Irfandi di kantin sekolah.
"Saya tanya, siapa dia ay ?", tanya Irfandi lagi.
"Emm dia itu.., emm..", jawab Adel yang panik melihat Irfandi di kantin sekolah.
"Yank tadi siapa yang telepon kamu ?", tanya Bagus.
"Tadi yang telepon teman aku", jawab Adel lagi.
"Kok pakai yank, yank an sih yank ?", tanya Bagus lagi.
"Iya itu yang telepon saya namanya mayang, jadi aku panggil dia yank, di singkat gitu", jawab Adel lagi.
"Bohong kamu..!!, tadi yang telepon kamu, saya kan bukan mayang ?", tanya Irfandi lagi.
"Iya, maaf..", jawab Adel lagi.
"Gak usah sok polos deh, sekarang saya tanya dia siapa ay, kamu siapanya Adel dan kenapa kamu panggil dia yank dan kamu panggil dia yank juga ?", tanya Irfandi lagi.
"Loh kok elu yang tanya gue siapanya Adel ke Adel, seharusnya yang tanya itu gue, oh ya kenalin gue Bagus dan gue adalah pacarnya Adel", jawab Bagus.
"Apa pacarnya, eh gue yang pacarnya bukan elu", sambung Irfandi.
"Kalau elu gak percaya tanya saja sama Adel", kata Bagus lagi.
"Apa itu benar ay ?", tanya Irfandi lagi.
"Iya benar Fandi, dia pacar saya juga, saya pacaran dengannya sebelum saya kenal dan pacaran sama kamu, kamu dan dia adalah pacarku", jawab Adel.
"Apa..!!, tega kamu, jahat kamu ya saya itu sayang sama kamu ternyata kamu malah.., ah sudah lah kita putus..", kata Irfandi.
"Tap, tap, tapi..", sambung Adel.
"Gak ada kata tapi, kita putus..", kata Irfandi lagi.
"Fandi..", sambung Adel lagi.
"Kamu tega ya kurang waktuku untuk kamu, kurang uangku untuk kamu, sampai satu laki-laki saja kamu kurang, jahat kamu duakan aku, kita putus..", kata Bagus.
"Tapi gus..", sambung Adel lagi.
"Yang sabar ya Fandi", kata Arfan.
"Inggih sing sabar, sing legowo nggih leh, nggih sampun mangga mantuk"
(Iya yang sabar, yang ikhlas ya nak, ya sudah yuk pulang), sambung Irwan.
"Ya.. Jomblo lagi deh gue..", keluh Irfandi.
"Ya wis mangga mantuk"
(Ya sudah tuk pulang), sambung Arfan lagi.
"Ya wis lah mantuk, mantuk"
(Ya sudah lah pulang, pulang), kata Irfandi.
Nah begitu cerita singkat aku pacaran dengan Adel, setelah dengan Adel, aku punya pacar baru yang bernama Nisa.
Nisa adalah pacar keduaku setelah Adel dan setelah aku lulus SMA, aku & dia putus karena dia matre, dia juga menjelek-jelekkan aku di depan teman-temannya & juga di belakangku, aku berkenalan dengan Nisa di f*******:.