Bab 8

1115 Kata
Salatiga Di rumah mbah Wiro, Di kamar Titah.. "Nah ini dia hpku, w******p dan panggilan video tidak terjawab dari mas Irfandi banyak sekali, bales dulu ah..", kata Titah. ** Percakapan Titah dan Irfandi lewat w******p. "Assalamu'alaikum mas, aku sudah sampai di rumah mbah, mas masih kerja ya, kalau masih kerja jangan di balas dulu, aku hanya mengabari mas saja", kata Titah yang memberikan kabar pada Irfandi. "Wa'alaikumussalam sayang, maaf ya aku baru balas, iya tadi lagi kerja, kalau sekarang sudah tidak kok, lagi tunggu orderan juga, hehe.., aku vc kamu ya sayang, kangen, muah muah muah muah", sambung Irfandi. "Iya mas Irfandi, nanti kalau sudah di pangkalan ojek kita vc an ya, aku tunggu kok", kata Titah lagi. "Iya sayang, kamu lagi apa, angkat dong yank..", sambung Irfandi lagi. "Kenapa vc aku, maaf ya aku tadi lagi di ruang tv bersama keluarga", kata Titah lagi. ** Purwokerto Di pangkalan ojek lagi.. "Nah ini dia penyemangatku, Titah Kesumawardani, yayangku, pujaan hatiku, bidadariku, Titah ku sayang", kata Irfandi. "Tadi saja merengut, galau, pas yayang nya w******p langsung berubah, emm dasar bucin", keluh Arfan. "Bodo wek..", kata Irfandi lagi. ** Percakapan Titah dan Irfandi lewat w******p. "Assalamu'alaikum mas, aku sudah sampai di rumah mbah, mas masih kerja ya, kalau masih kerja jangan di balas dulu, aku hanya mengabari mas saja", kata Titah yang memberikan kabar pada Irfandi. "Wa'alaikumussalam sayang, maaf ya aku baru balas, iya tadi lagi kerja, kalau sekarang sudah tidak kok, lagi tunggu orderan juga, hehe.., aku vc kamu ya sayang, kangen, muah muah muah muah", sambung Irfandi. "Iya mas Irfandi, nanti kalau sudah di pangkalan ojek kita vc an ya, aku tunggu kok", kata Titah lagi. "Iya sayang, kamu lagi apa, angkat dong yank..", sambung Irfandi lagi. "Kenapa vc aku, maaf ya aku tadi lagi di ruang tv bersama keluarga", kata Titah lagi. "Kemana saja sih yank, aku mau vc juga, vc sekarang ya yank", sambung Irfandi lagi. "Iya..", kata Titah lagi. ** Percakapan Titah dan Irfandi lewat panggilan video (vc). "Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada Irfandi. "Wa'alaikumussalam sayang", Irfandi menjawab salam dari Titah. "Ih jelek banget, itu muka jangan di tekuk gitu kenapa sih mamas Fandi sayang, hehe..", kata Titah yang meledek Irfandi. "Habisnya kamu sih di vc in gak di angkat-angkat, kamu lagi apa ?", tanya Irfandi. "Ya maaf, tadi hp ku tinggal di kamar sayang, dan aku lagi di ruang tv tadi, aku lagi di kamar sekarang, kamu sudah pulang kerja ?", tanya Titah juga. "Durung nih, sedhela iseh mulih kok, share lock dong gawe sesuk, sesuk awakku arep marang solo loh, bisa mampir lan bisa bertemu karo awakmu uga yank, hehe.." (Belum nih, sebentar lagi pulang kok, Share lock dong buat besok, besok aku mau ke solo loh, bisa mampir dan bisa bertemu dengan kamu juga yank, hehe..), jawab Irfandi. "Oh inggih mengko nggih mas, mboten mengganggu kerja awakmu ta mas ?" (Oh iya nanti ya mas, tidak mengganggu kerja kamu, mas ?), tanya Titah lagi. "Mboten dong, santai sayang kerjanya aku, hehe.." (Tidak dong, santai sayang kerjanya aku, hehe..), jawab Irfandi lagi. "Oh ngono, nggih wis banjur, yen ngono mas hehe.." (Oh begitu, ya sudah lanjut, kalau begitu mas hehe..), kata Titah lagi. "Oke sayang..", sambung Irfandi lagi. ** Masih di pangkalan ojek.. "Fan..", kata Irwan dan Arif. "Nggih wan, rif, ana apa ?" (Ya wan, rif, ada apa ?), tanya Arfan. "Fandi endi ?" (Fandi mana ?), tanya Irwan juga. "Kuwi neng kana" (Itu di sana), jawab Arfan. "Ngapa bucin maning dia, fan ?" (Kenapa bucin lagi dia, fan ?), tanya Arif. "Nggih rif, bucin maning" (Ya rif, bucin lagi), jawab Arfan lagi. "Oh..!!", seru Irwan dan Arif. "Iih iki ngapa dadi berisik nggih, rusuhi wae" (Iih ini kenapa jadi berisik ya, ganggu saja), keluh Irfandi. "Nggih deh sing bucin mah, awake ngalah wae" (Ya deh yang bucin mah, kita ngalah saja), kata Irwan. "Ya wis kana rusuhi nih, lagi enak-enak sayang-sayang an uga, hus, hus, hus kana" (Ya sudah sana ganggu nih, sedang enak-enak sayang-sayang an juga, hus, hus, hus sana), sambung Irfandi. "Hus emange awake kucing apa" (Hus memangnya kita kucing apa), keluh Arif. "Wis tinggalkan dhewe, aku pamit" (Sudah tinggalkan sendiri, aku pamit), kata Arfan. "Arep marang endi fan ?" (Mau kemana fan ?), tanya Irwan. "Narik", jawab Arfan lagi. "Oh padha, aku pamit narik uga" (Oh sama, aku pamit narik juga), kata Irwan lagi. "Tunggu aku uga, Fandi, tak tinggal ya" (Tunggu aku juga, Fandi ku tinggal ya), sambung Arif. "Ya wis kana, kana rusuhi wae, ra ana kalian enak, sepi ra ana sing rusuhi, hehe" (Ya sudah sana, sana ganggu saja, tidak ada kalian enak, sepi tidak ada ganggu, hehe), kata Irfandi lagi. "He'eh dah yang bucin, yang jomblo mah ngalah saja", keluh Arfan. "Bodo..", kata Irfandi. ** Percakapan Titah dan Irfandi lewat panggilan video (vc) lagi. "Sayang maaf ya ada gangguan tadi, biasa kakak aku dan kawan-kawan, hehe", kata Irfandi. "Iya mas, tidak apa", sambung Titah. "Kamu sudah makan belum ?", tanya Titah dan Irfandi bersamaan. "Hehe, barengan kita nanyanya, kamu duluan deh sayang yang jawab", kata Irfandi lagi. "Aku belum makan, sebentar lagi, tunggu mama panggil, hehe", jawab Titah. "Oh, sama dong aku juga belum, kita makan bareng yuk", jawab Irfandi juga. ** Salatiga Di rumah mbah Wiro, Di dapur.. "Yo, panggil Titah, bilang sudah siap gitu ya", pinta bu Dewi. "Muhun mah" (Iya mah), Tiyo melaksanakan perintah dari ibunya. Di depan kamar Titah.. "Dik, Titah..", kata Tiyo yang memanggil Titah. Di kamar Titah lagi.. Percakapan Titah dan Irfandi lewat panggilan video (vc) lagi. "Tunggu ya mas, kakak aku manggil", kata Titah. "Iya ayang", sambung Irfandi. ** Masih di kamar Titah.. "Muhun mas, aya naon ?" (Iya mas, ada apa ?), tanya Titah. "Atos siap di meja tuang" (Sudah siap di meja makan), jawab Tiyo. "Muhun, duluan wae ka meja tuang, ajeng abdi nyusul" (Iya, duluan saja ke meja makan, nanti aku nyusul), kata Titah. "Nya atos" (Ya sudah), sambung Tiyo. "Tutup deui atuh pintu na mas" (Tutup lagi dong pintunya mas), pinta Titah. "Muhun adi leutik" (Iya adik kecil), kata Tiyo. ** Percakapan Titah dan Irfandi lewat panggilan video (vc) lagi. "Mas, aku sudah di panggil untuk makan, kamu jangan lupa makan ya, biar tidak sakit", kata Titah. "Siap ibu negara, hehe", sambung Irfandi. "Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada Irfandi. "Wa'alaikumussalam", Irfandi menjawab salam dari Titah. ** Di dapur lagi.. "Yo, mana adi anjeun ?" (Yo, mana adik kamu ?), tanya bu Dewi. "Masih di kamar mah, meureun sakeudeung deui ka dieu, tah eta anjeunna" (Masih di kamar mah, mungkin sebentar lagi ke sini, nah itu dia), jawab Tiyo. "Assalamu'alaikum", Titah memberikan salam pada semua yang ada di meja makan. "Wa'alaikumussalam", semua yang ada di meja makan menjawab salam dari Titah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN