Bab 55: Di Atas Awan Gue terbelalak ketika Kak Suga tiba - tiba mendekatkan wajahnya, kemudian mendaratkan bibirnya dan mengecup lembut bibir gue. Mati, mati! Jantung gue rasanya sudah seperti mau meledak. Debarannya keras sekali sampai gue kira kalau itu jantung sudah melompat ke bawah. Pikiran gue blank, kosong seketika. Kepala gue penuh dengan si Suga yang tak dirindukan ini. Napas gue tercekat, dan sama sekali tidak bisa bergerak. Tepat saat ia melepas tautan bibir kami, gue menghela napas sekaligus dan terengah - engah. “Makanya … buat saya jatuh cinta padamu.” Mata gue mengerjap beberapa kali. Rasanya ini kaki ngambang banget gitu, kehilangan pijakan. Gue kayak ada di posisi antara napak dan enggak napak. Entah lah, rasanya campur aduk dan g

