Bab 12: Mantan atau Sahabat? Terkadang aku berharap kalau ini semua cuma mimpi. Bahwa semua hal yang sudah kulakukan selama ini tidak akan menguap begitu saja seperti gelembung sabun yang pecah. Akan tetapi faktanya itu tidak semudah kelihatannya. Bahkan, sampai sekarang pun aku masih dibuat jenuh dan tidak percaya atas apa yang sudah terhjadi selama ini. Bukankah itu artinya semua sudah berakhir? Apakah hubungan seperti ini masih bisa berlanjut meskipun itu hanya sebatas baayng semu? * * * * * * Aku masih mencoba fokus pada kegiatan menyetirku. Jam baru menunjukkan pukul delapan, tapi rasanya hari ini tubuhku terasa lelah sekali. Begitu aku memasuki area gedung apartemen, dan hendak turun saat selesai memarkirkan mobil, sudut netraku melihat sesuatu di jok penumpang sebelah. Benda

