Bab 36: Kembali Seperti Biasa Aku tidak mengira bahwa semuanya akan menjadi sebuah kesalahan yang memiliki arti dan makna yang berbeda. Dia adalah matahari yang sudah kutenggelamkan sendiri. Melepasnya, agar dia bisa bersama orang yang dicintai. Tapi … apakah ini langkah yang tepat, atau aku hanya membuat diriku terperosok lebih jauh ke dalam rumitnya hati ini? Memangnya apa salahnya jika aku memilih melepaskan, meskipun itu menorehkan luka? Apa bagusnya memperjuangkan sesuatu yang tidak mau diperjuangkan? * * * * * Pagi itu aku dan semua anggota kelompok sudah berkumpul. Di salah satu ruang meeting yang memang diperuntukan sebagai ruang kerja sementara kami. Aku berdiri di depan sebuah papan tulis bening, dengan spidol di tanganku. “Jadi, seperti yang sudah saya umumkan kema

