Mobil Hendra berhenti di depan pagar rumah orang tua Amira. Pagarnya tinggi dan juga tertutup. Pintu rumah terbuka tapi hanya daun pintu yang terbuat dari kayu jati sedangkan daun pintu dari terali besi yang pakai kawat anti nyamuk tertutup rapat tapi tetap saja Rendra tidak bisa melihatnya. Rendra bingung, apa pagar harus diketuk, langsung buka karena tidak dikunci atau teriak dari luar? Ah, Rendra melihat bel rumah yang tertempel di tembok. Tidak usah berpikir lama, Rendra langsung menekan tombol bel. Di dalam rumah, suara bel berbunyi. Amira yang sedang sarapan jadi penasaran siapa yang pagi-pagi bertamu, kalau pun yang sering bertamu pagi cuma Adiknya Arbani tapi itu pun tidak pernah pakai acara memencet bel segala, langsung nyelonong masuk. "Dek, coba cek siapa yang ngebel," s

