Bab 43

2000 Kata

Aku buru-buru menghampiri Alex. Dia menegakkan tubuhnya begitu melihatku datang. Keringat membahasahi wajahnya bercampur dengan noda darah. “Alex,” jeritku dengan histeris. Rasanya lututku bergetar ingin jatuh ke lantai. “Emily, kau tidak apa-apa?” tanya Alex ketika aku mendadak berpegangan ke dinding seperti nenek tua yang mengalami syok. Aku memegang dadaku dan memandang Alex dengan bingung. Bukannya aku yang harusnya bertanya padanya seperti itu? “Apa yang terjadi padamu?” tanyaku. “Kau terluka.” Aku berusaha menyentuh bagian tubuh Alex yang berada di balok kausnya yang berlumuran darah. “Siapa yang melakukan hal ini padamu?” Aku hendak menangis saat mengatakannya. “Ayo ke rumah sakit, Alex,” ajakku dengan tangan gemetaran. Alex memegang tanganku. “Emily, tenang lah. Ini bukan dara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN