“Ah, sudah datang,” sapa Laura Spencer. “Masuklah.” Laura berjalan memimpin kami menuju ruangannya yang bernuansa mediterania. Ruangan putih bersih dengan beberapa tanaman hijau di pot besar di pojok-pojok ruangan. Ada deretan kaktus di dalam pot mini yang berjajar rapi di salah satu dinding dan hiasan besar dari akar kayu terletak di bawah televisi gantung di dinding di seberangnya. Di tengah ruangan terdapat satu set sofa dan meja yang terlihat mencolok karena kemewahannya. “Mau minum apa?” tanyanya lagi. “Kopi,” balasku dan Jessy bersaaman. Laura menyuruh wanita yang mengantar kami tadi untuk membuatkan dua cangkir kopi. Kemudian Laura dan mempersilakan kami duduk di sofa empuk berwarna biru indigo yang panjang, lebar dan keluaran perusahaan Boca Do Lobo. Sofa itu bentuknya simple n

