“Mr. Green?” ulangku. “Siapa yang sedang kalian bicarakan?” “Kau tidak tahu? Oh, sori, kurasa aku belum bercerita padamu,” seru Chris sambil menepuk dahinya dengan tangannya yang bebas. “Emily Green putri dari Billy Green, salah satu pembalap favorit kita berdua.” “Billy Green?” ulangku. Aku memandang Emily yang masih tampak tertarik dengan laci medali. Sama sekali tidak merespon ucapan Chris. Seolah tidak peduli dengan nada sanjungan Chris mengenai siapa ayahnya. Chris membawa anak dari pembalap idola lawas kami berdua ke The Trees. “Oh,” balasku kemudian. Chris menaikkan alisnya padaku. Baiklah, aku mengerti apa yang dia maksud dengan pamer padaku. Aku kembali menatap gadis itu, meyakinkan mataku bahwa dia benar-benar anak dari Billy Green. Pembalap yang pernah memporak-porandakan p

