Lima belas menit berlalu dan aku merasa menit-menit itu berlangsung selamanya. Alex, akan datang kapan saja. Dan aku tidak tahu apa yang direncanakan Jake Mirlan padanya. Aku mulai merasa gelisah dan cemas. Namun, aku yang kulakukan hanya sebatas duduk di sofa sialan ini dengan tangan terikat. Jake Mirlan masih duduk di kursi di seberangku. Botol wiski itu sudah nyaris tandas, tapi mulutnya tak lagi berbicara padaku. Dia hanya mengamatiku dan aku tidak tahu persis apa yang sedang ada dipikirannya sekarang. Aku melirik jam di dinding, pukul dua lebih seperempat malam. Di mana Jessy sekarang? Apa yang terjadi padanya. Membayangkan sahabatku tergeletak di suatu tempat dengan tak berdaya membuat kembali cemas setengah mati. Aku berusaha menahan diri untuk tidak berteriak pada Jake Mirlan sek

