Selama sesaat kami bertiga membeku melihat kemunculan Jake Mirlan. Pria itu mengenakan setelan kemeja dan wajahnya mengkilat. Sepertinya baru saja menghapus make up setelah pemotretan. Dengan perlahan, dia menghampiri kami. Jessy dan Teressa reflek mundur selangkah seolah sedang dihampiri badak bercula. Namun aku bertahan di posisiku. Takut dan melarikan diri dari manusia seperti Mirlan bukan gaya hidupku. “Emily Green,” katanya, lalu tersenyum sinis. “Selalu berada di mana-mana.” Aku mendengus. Siapa juga yang mau bertemu denganmu. Apa maksudnya selalu berada di mana-mana? Aku tidak sedang mengitari rotasi Jake Mirlan. Maaf saja. “Dan kau. Selalu melakukan hal seenakmu sendiri di mana pun kau berada, huh?” balasku. Jessy buru-buru memegang tanganku. Teressa mengerut seperti kanebo ker

