Hani menatap heran ke arah sahabatnya tepat menatap sorot mata Alifa yang sembab seperti habis menangis. "Are u okay?" tanya Hani, gadis tersebut yang sedang perlahan menyeruput minumannya sontak terdiam sejenak menatap sahabatnya. "Menurut lu gue enggak okay?" tanya Alifa dengan senyuman tipis dibibirnya. "Kenapa Lif? Cerita aja jangan dipendem, kalau emang belum siap buat cerita ya enggak papa. Tapi jangan anggap lu sendirian," jelas Hani dengan tatapan sendu, Alifa jelas terpaku mendengar apa yang dilontarkan sahabatnya tersebut. "Gue enggak papa," balas Alifa. Hani tersenyum tipis lalu mengangguk sebelum bergumam, "Padahal mata lu lagi enggak menjelaskan lu enggak papa." Alifa menatap sendu sahabatnya, sesekali ia juga melirik ke arah laki-laki yang terus melihat ke arahnya. "Lu ber

