Keenam orang tersebut masih berada di kantin karena istirahat belum usai, mereka masih mengobrol santai sambil menikmati makanan serta minuman yang telah dipesan mereka. Eron tiada hentiny menatap lurus ke arah Alifa yang sesekali tertawa kecil karena guyonan yang dibuat Tian. "Kenapa? Mata lu sakit enggak bisa kedip?" tanya Alifa dengan sarkas ketika menydari laki-laki di hadapannya terus menerua memperhatikannya. "Enggak kok," balas Eron dengan senyuman tiis, mereka yang berada disana sontak mengerutkan keningnya menatap Eron yang hanya fokus kepada Alifa. Alifa mencetus, "Terus kenapa nglihatin gue mulu?" Dengan nada yang sarkas, ketiga laki-laki laimmya sontak menelan salivanya mendengar nada yang dikeluarkan gadis tersebut, mereka bertiga bahkan kini seolah mengalihkan pandangannya.

