SKA 54

1536 Kata

Dua hari sudah sejak Eron di skors, Alifa tediam seolah merasa sepi karena biasanya ia akan diganggu oleh laki-laki yang menjadi kekasihnya kini. Gadis tersebut melangkah menyusuri koridor menuju kantin, raut wajah datar seolah ditunjukkan kepada mereka yang sedang menatapnya. "Lif, lu enggak papa?" tanya Hani sambil menoleh ke arah sahabatnya. Alifa menoleh lalu tersenyum tipis lalu berkata, "Gue ngerasa bersalah banget sama Eron." Dengan nada sendunya membuat Hani menghela nafasnya dengan gusar. "Seminggu doang Lif, tahan. Lagi jugakan lu tetap di anter jemput sama dia," jelas Hani. "Iyasi, cuman argh! Kesel gue sama dia, kenapa coba harus mukul duluan!" seru Alifa dengan nada kesalnya. "Gue kalau jadi laki juga bakal ngelakuin hal yang sama kaya Eron," ujar Hani dengan santainya, Ali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN