10 senti... 7 senti .... 5 senti... Perlahan Sharen mendekatinya. Cup... Satu kecupan manis mendarat di dahinya. Exel membelakak kaget dan sedetik kemudian Sharen melangkah mundur karena malu. "Udah hampir sore, waktunya kita pulang sekarang!" Sharen berbalik badan. Namun tangan Exel langsung menahan dan menariknya ke belakang. Sebuah dekapan diterima Sharen dengan lembut dari depan. "Makasih Sha!" Sharen tersenyum tipis. Exel menyatukan dahi keduanya dan saat itu bibir tipis Sharen telah bersentuhan dengan bibirnya. *** Malam harinya di dapur, Sharen tengah berkutat dengan gelas dan racikannya. Hari ini ia membuat s**u hangat sendiri. Sharen tak menyadari Exel baru saja masuk dan berjalan menghampirinya. Saat ia tengah mengaduk gelasnya, Exel merangkul pinggangnya dari

