Mika menaiki anak tangga rumah menuju kamarnya. Suasana rumah sangat sepi, mungkin karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sudah menjadi pemandangan biasa saat rumahnya sepi, kedua orang tuanya terlalu sibuk bekerja dan ia hanya tinggal bersama pembantunya. Selepas ia melepas jaket dan melempar tas begitu saja ke ranjang. Mika langsung menjatuhkan diri di kasur. Pandangan menatap langit langit berdominasi putih dengan cahaya temaram itu. Bayangan Exel kembali memutari otaknya. Laki-laki itu secara tak langsung telah membuka kembali masa lalunya yang hilang. "Exel, apa kamu ingat aku? " Namun, ketika bayangan yang tak lain adalah sosok perempuan yang sekarang bersamanya, timbul iri sekaligus dengki padanya. Sikap Exel yang sekarang jelas sangat berbeda dari yang dulu

