Di tengah tumpukan berkas berkas yang belum terselesaikan, Exel masih berkutat dengan layar komputer di depannya. Jam menunjukan pukul 21.00 malam. Sesekali laki-laki itu berhenti untuk mengecek layar handphonenya. Kembali ia fokus pada layar di depannya. Matanya terlihat sangat lelah, hari ini Exel sangat ingin menyelesaikan semua urusannya, dan segera balik esok harinya. Sudah hampir 3 hari tak bertemu dengan Sharen rasanya sangat rindu. Setiap hari Exel menanyakan keadaan Sharen melalui telepon dengan Albert, apakah gadis itu baik-baik saja, dia sudah makan kah? apa yang sedang dilakukannya, tak ada satu hari pun baginya untuk tidak menanyakan keadaan gadis itu... Firasat Gio ternyata benar adanya. Saat Sharen tak berhasil ditemuinya di sekolah tadi. Berusaha laki-laki itu menanyaka

