Part 18 : Kemarahan Exel

2089 Kata

"Jadi gue bisa balik lagi sama lo dong?" ucapnya spontan. "Huh?" kejut Sharen. Keterkejutan Sharen membuatnya membisu.  Bagaimana bisa Gio mengatakan secara gamblang perasaannya. Memang,  dulunya Sharen pernah menyukai Gio.  Tapi sekarang rasa suka Sharen padanya hanya sebatas teman,  tidak lebih dari itu. Mungkin kalau saja Gio tak pernah meninggalkan waktu itu,  perasaan Sharen masih sama.  Tapi--situasi kini berbeda,  ditambah ada orang lain yang berusaha mengambil hatinya. Sejenak kebisuan mereka terpecah saat Sharen menganggap ini lelucon.  Mungkin Gio sedang bercanda sekarang.  "Gue tahu lo suka becanda Gio.  Tapi kali ini kelewatan. " "Kenapa?  Kalau gue bicara jujur. " Deg "Gio,  lo tahu sendirikan kita udah lama sahabatan.  Nggak mungkin kita menjalin hubungan yang leb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN