Exel memeluk pinggang Sharen dari belakang sambil duduk di tepi ranjang di sebelah. Ia kemudian meletakkan kepalanya di sela ceruk leher Sharen mesra. "Exel..." "Emm." Exel masih dalam posisi nyaman disana, pelukannya perlahan melonggar. "Katakan saja! " kata Exel. "Kamu bisa lepasin pelukannya nggak? " Sharen terlihat sedikit geli. Bagaimana tidak, kondisinya sekarang diapit oleh lengan kekar Exel dan tak bisa lepas. Namun permintaanya sama sekali tak digubris oleh Exel. Ia malah semakin mempererat pelukannya. "Exel!" "Iya! " Sharen menoleh ke belakang tepat di depan wajah Exel yang masih bergelayut manja di bahunya. "Boleh aku bertanya?" "Tentu. Kamu mau nanya apa? " "Selama ini kamu ke mana? Terus kenapa kamu seakan menghindar dari aku?" tanya Sharen ingin

